Saras 008 ( AU / fanfiction ) Season 1 Episode 5

 Episode 5: Jebakan

Saras008



Suatu hari , di sebuah gudang tua di pinggiran kota, belasan pria berbadan besar mengepung Saras. Napasnya terengah, tubuhnya sudah beberapa kali dihantam, tapi matanya tetap tajam. Ia menggeser kakinya, bersiap menghadapi mereka yang tersisa.

“Ayo maju kalau berani,” ujar Saras dengan suara tegas.

Satu pria berlari ke arahnya, memukul dengan sebilah kayu, tapi Saras menghindar dengan gesit. Ia melompat ke belakang, lalu melancarkan tendangan keras ke perut pria itu hingga ia jatuh tersungkur. Pria lain mencoba menusuknya dengan pisau, namun Saras menangkap pergelangan tangannya dan memelintirnya, membuat pisau itu terjatuh. Satu per satu mereka tumbang, dan dalam hitungan menit, Saras berdiri sebagai pemenang.

Dengan napas berat, Saras berjalan menuju sebuah pintu besar di ujung gudang. Perlahan ia mendorong pintu itu hingga terbuka, dan pemandangan di dalam membuatnya tertegun—ruangan yang penuh dengan wanita dan anak-anak dalam kondisi ketakutan, beberapa di antaranya terikat.

“Mereka... mereka menjual manusia?” Saras bergumam, matanya membulat tak percaya.

Para korban menangis, beberapa langsung berlari menghampiri Saras. "Terima kasih... terima kasih," isak mereka.

Tak lama kemudian, suara sirine polisi terdengar. Reporter berhamburan masuk, kamera mereka mengarah ke Saras yang berdiri di tengah ruangan. Panik, Saras segera berbalik untuk kabur, tapi seorang reporter berhasil mencegah saras.

Di tempat lain, di dalam sebuah kantor mewah yang gelap, Tuan Bee menonton siaran berita di layar televisi besar. Sosok Saras dalam kostumnya yang khas terpampang jelas di layar. Ia tersenyum licik.

“Menarik... sangat menarik,” gumamnya sambil mengangkat telepon. “Bawa gadis itu. Aku ingin tahu lebih banyak tentangnya.”

Tak lama kemudian, seorang oknum polisi menghampiri Saras. "Kami butuh keterangannya di kantor, nona. Tolong ikut kami."

Saras ragu. Dia tahu polisi bisa diandalkan, tapi sesuatu di dalam dirinya merasa ada yang tidak beres. Namun, ia tak ingin menimbulkan kecurigaan. Akhirnya, ia mengangguk. "Baiklah."

Saras, masih dalam kostumnya, masuk ke dalam mobil polisi. Saat perjalanan berlangsung, seorang polisi di kursi depan menerima panggilan dari Tuan Bee.

"Lakukan!" kata suara di telepon. “Aku ingin mengujinya sendiri.”

Polisi tersebut tiba2 memakai masker khusus di hidung dan mulutnya .

Mobil polisi tersebut ternyata mobil polisi palsu yang dirancang khusus untuk menculik saras . Di dalam mobil itu langsung dipenuhi gas beracun .

Beberapa waktu kemudian , Saras yang naif merasa pandangannya mulai kabur. Kepalanya terasa berat, dan sebelum sempat melakukan apapun, tubuhnya limbung dan ia pingsan di kursi belakang.


Tuan Bee sudah menunggu di ruangan khusus, tersenyum saat anak buahnya masuk membawa tubuh Saras yang tak berdaya. 

Kedua tangan Saras diikat ke atas di sebuah ruangan gelap yang terasa seperti ruang penyiksaan. Tuan Bee melangkah mendekat, menatap wajah gadis itu dengan penuh rasa ingin tahu.

"Jadi... ini dia gadis yang membuat kekacauan di kotaku," katanya sambil mengelus dagunya.

Seorang anak buahnya ragu-ragu mendekat. "Bos, apa yang harus kita lakukan dengannya?"

Tuan Bee menyeringai. "Keluar semua. Aku ingin... bersenang-senang dulu."

Anak buahnya saling bertukar pandang, lalu meninggalkan ruangan satu per satu. Pintu tertutup, dan Saras masih terkulai lemah, tidak menyadari bahaya yang mengintainya.



Eps 6 >> next


Posting Komentar

0 Komentar