![]() |
| Sailor Aquas |
👩: Bagaimana cara penyihir mengalahkan Sailor Aquas sang jagoan wanita ?
Judul: "Kecantikan Sailor Aquas membawanya pada kehancuran."
Di bawah langit yg kelam, bola kristal di istana penyihir bergetar, suaranya bergema menyatakan kebenaran yang tak bisa ditoleransi: Sailor Aquas, dengan kostum biru aqua yang berkilau dan rok pendek yang menari indah, lebih cantik dari penyihir. Penyihir, wajahnya memucat karena iri, mengangkat tangannya, jari-jarinya yang berpendar dengan sihir hitam, sumpahnya bergema: kecantikan itu harus musnah.
Sailor Aquas melangkah ke medan pertempuran, tanah bergetar di bawah langkahnya. Kostumnya memeluk tubuhnya erat, roknya memperlihatkan paha mulus yang tegang karena siap bertarung. Penyihir muncul bersama tiga anteknya: monster alien dengan jari-jari panjang yang bergoyang seperti cambuk, monster berkepala hewan dengan taring berkilat, dan robot dengan logam mengilap yang berderit setiap gerakannya.
Pertarungan tiga lawan satu meledak. Monster alien meluncur cepat, jari-jarinya yang panjang menusuk punggung Sailor Aquas. Tubuhnya tersentak, keringat mulai menetes, tapi dia berbalik, tinjunya menghantam mundur ketiga monster itu. Mereka terhuyung, debu beterbangan, namun kembali maju dengan ganas. Sailor Aquas tak gentar – kakinya berputar, pukulannya mendarat lagi, menghempaskan mereka. Tangannya terangkat, laser biru aqua menyala terang dari telapaknya, melesat menghantam ketiga monster itu hingga meledak.
Penyihir melangkah maju, tangannya terbuka, sihirnya berpendar hitam. Sailor Aquas mengarahkan tangannya, laser biru aqua melesat ke arahnya, tapi penyihir mengangkat telapaknya, memantulkan sinar itu dengan gelombang energi gelap. Tiba-tiba kilat menyambar dari ujung jari penyihir, menyetrum tubuh Sailor Aquas. Tubuhnya bergetar hebat, kostumnya berderit, dia jatuh bertekuk lutut, napasnya tersengal, rambutnya kusut menempel di wajahnya yang basah keringat. Penyihir mendekat, jari-jari jahatnya menjambak rambut Sailor Aquas, menarik kepalanya ke atas hingga sailor aquas berdiri. Tangan penyihir mengunci tangan Sailor Aquas.
Dengan cekikan jahat, penyihir memanggil kembali tiga monster yang telah hancur. Robot melangkah pertama, kaki besinya yang berat menghantam perut Sailor Aquas, membuatnya terbatuk, kostumnya bergoyang di bawah tekanan. Logam dingin robot itu gantian mengunci tangan Sailor Aquas. Monster berkepala hewan menggeram, taringnya menggigit kaki Sailor Aquas. Monster alien bergabung, jari-jari panjangnya menyerang tubuhnya tanpa henti – menusuk seluruh badan Sailor Aquas.
Robot itu menggeram, menuntut giliran. Monster alien mundur, jari-jarinya yang licin beralih memegangi tangan Sailor Aquas, menariknya erat hingga dia tak bisa bergerak. Robot raksasa mengangkat tinjunya. Pukulan pertama mendarat di perut Sailor Aquas, kekuatannya jauh melebihi yang lain, membuat tubuhnya tersentak keras, napasnya hilang sejenak. Pukulan kedua menyusul, rok pendeknya terangkat sedikit, memperlihatkan paha mulusnya yang bergetar. Pukulan ketiga menghantam lagi, keringat bercampur debu di wajahnya. Di pukulan keempat, kepalanya terkulai , rambutnya jatuh menutupi matanya yang mulai redup, tubuhnya ambruk dalam genggaman monster.
Penyihir melangkah mendekat, jarinya mengangkat kepala Sailor Aquas yang terkulai. Matanya terpejam, napasnya tak terdengar, wajah cantiknya kini pucat dalam kekalahan. Penyihir menyeringai, menggerakkan tangannya sekali lagi sebagai isyarat. Bersama, mereka membawa Sailor Aquas menuju markas penyihir – sebuah benteng gelap di kejauhan, tempat bayangan menanti kehancuran Sailor Aquas.


0 Komentar